A VIDEO

Oh Lord. This guy’s drivin’ me kreyzeh.

Reblogged from Oneday-Everlasting
A VIDEO

2pmfacts:

woojuyu:

seeing their laughter is the most important thing to me..

it just make me smile, randomly ♥

Reblogged from 2PM_facts
A VIDEO

PUHAHAHAHAHA!

Reblogged from
A TEXT POST

SWARA NIRVANA

“Gue mau lanjut sekolah ke Jerman…” dan kalimatku ini membuat 5 pasang mata di sekeliling ku mendelik. “Gue mau ke Jerman. Seminggu lagi gue berangkat” jelasku. “Wah! Yang bener lo??” ucap Laut “Hah?? Gila! Ikut dong Vaaaan!! Lo tau kan gue juga ngidam banget ke Jerman?” aku hanya tersenyum membalas komen sahabatku yg ini. Jujur, berat rasanya aku meninggalkan sahabat2ku ini, Laut, Langit, Embun, Nada, Giza, dan juga meninggalkan….. “Eh? Trus Bima gimana?” oke, pertanyaan Embun kali ini membuat ku sedikit termangu, lalu goyah lagi keputusan ku. Tidak. Tidak bisa. “Gue….gue akan melakukan hal yg sama dengan yg dia lakuin ke gue. But don’t take it as a revenge ya” ucapku cuek sambil terus meminum iced chocolate. “Ah…Nirvana….kenapa kamu bikin keputusan kaya gini? Dulu bukannya kamu…”  “Manusia punya kesabaran kan? Gue selama ini bener2 pertahanin hubungan gue sm Bima, komunikasi gue sama Bima. But it doesn’t work. Toh cuma gue yg pertahanin. Ga ada feedback dr dia. Gue pun mikir, ‘kalo bukan gue, trus siapa yg mau pertahanin?’ Tapi skg gue udah nyerah. Terserah dia skg. Gue gabisa gini terus.” Repet ku memotong pertanyaan Nada. Ya, aku sudah mengibarkan bendera putih, Bima. Ini berawal ketika kamu, tak memberi kabar sepatah katapun. Seminggu lebih, hanya ada komunikasi 1 arah, ya, dari pihakku. Oh, hampir lupa, pernah 1 kali kau menjawab telponku, dan pertanyaan khawatir ku kau jawab dengan kalimat penuh tanda seru. Aku tak bergeming. Aku akan tetap membangunkanmu di pagi hari, aku akan tetap mengingatkanmu u/ makan, aku akan tetap menghubungimu. Karna aku (masih) pacarmu.

 

Kamu tahu apa Bima? Sudah hampir 18 bulan aku sendirian mempertahankan hubungan 1 arah ini. Aku bingung. Aku ini masih pacarmu, kan? Nirvana Svarnabhumi masih pacarmu, kan, Swarabima Sadiga? Tentu saja iya, karna tak ada kalimat dari mu yg menyatakan bahwa aku ini bukan pacarmu lagi. Ini batas ku. Aku telah mencapai batasku, Bima. Kamu tidak ada kabar. Kalimat penuh tanda seru-mu itu kalimat terakhir yg kudengar. Itu masalahnya, Bima. Sahabat2ku sampai lelah menyuruhku agar aku menyerah padamu. Dan tentu mereka sangat geram atas tingkahmu ini. Sudah habis kamu di hujati kalimat2 sarkas oleh temanku kalau aku tak melarang mereka. Tapi tidak. Aku akan terus memberi mu kabar. Aku tak peduli kamu sedang apa, sedang selingkuh, mungkin? Aku tak peduli, sungguh. Yang penting kamu baik baik saja. That’s all.

 

Sebenarnya, ada satu hal lagi yg ingin ku ketahui setelah mengetahui keadaanmu. Apa motif serta tujuan mu berlaku seperti ini sih, Bima? Haha, mungkin kamu pun sudah sangat jengah sekali mendengar pertanyaan ku ini, iya kan? Seperti biasa, dari berpuluh2 sms kukirimkan kepadamu mengenai hal ini, tak ada satupun yg kau balas. Antiklimaks. Aku tak butuh permintaan maaf mu karna sudah berlaku seperti ini. Aku akan melupakan semua ini, semua tingkahmu-yang-dengan sukses-telah membuatku-uring uringan ini jika kau menjelaskan alasan selain : keyakinan. Kita.

 

Tapi kali ini, cadangan kesabaran ku sudah habis. Maaf, mungkin aku tak sekuat yg kamu dan sahabat2ku kira. Tapi setidaknya, aku sudah bertahan 1 setengah tahun. Aku sudah bertahan sejauh itu. Cukup. Sekali lagi, Bima, aku telah mengibarkan bendera putih. Terimakasih atas ujian kesabaran darimu, aku tak bisa melampauinya.

 

Aku sudah di Hamburg, sedang menunaikan kewajibanku di Art Kolleg. Masih sangat ingat, kamu suka Jerman juga kan? Aku juga ingat betapa bangga nya kamu saat memamerkan jersey Bayern München-mu yg asli dari München yg kamu dapat dari jerih payahmu sendiri. Aku juga masih ingat “Nanti kita ke Jerman ya!”. Dan memang, akhirnya ke Jerman. Aku. Dan kenangan ku bersamamu. Ah, sudahlah.

 

Kini aku sedang menuntut ilmu di salah satu Universitas di Hamburg, jurusan seni. Passion ku dari dulu. Dan kamu tak lagi bersarang dipikiranku. Syukurlah. Aku sibuk memikirkan tugas2 yg menumpuk. Tentu saja, aku sudah tak mengabarimu lagi. Kita impas, Bima. Satu sama. Entah, apa karna dari setahun yg lalu engkau tak pernah absen dari pikiranku atau minus di mataku bertambah atau memang kamu….ada didepanku…sekarang. “Akhirnya…kita di Jerman, Van…” ucapmu tersengal. Aku terdiam, berlalu, tak menggubris mu. Karna aku yakin kamu yg didepanku tadi hanya refleksi dari khayalanku. Dan yeah…ku akui, tak cuma sekali hal ini terjadi. Sampai ada yg menahan lenganku. Aku mengenali tangan ini, yg menggenggam lenganku saat ini. Sangat kenal. Itu…tangan mu. “Nirvana…” Engkau berbalik badan kearahku. “Maaf…maaf…” kau berbicara dengan suara yg hampir tak dapat kudengar. Aku mengernyitkan dahiku. Mengamati. Lalu ku raih hp ku dan mengirim pesan ke teman2 ku di Indonesia. Jawaban mereka sama; “Enggak kok, selama ini Bima ga pernah nanyain lo ke gue, dan gue pun ga pernah kasih tau kalo elo di Jerman” oke, fix. Ini hanya lamunanku yg menjadi nyata. Aku kembali berlalu. “NIRVANA SVARNABHUMI!” spontan langkahku terhenti, kemudian terdengar suara langkah yg semakin mendekat, semakin mendekat, dan…. “Bruk!” “Vana…maafin aku Van…maafin aku” Bima memelukku dari belakang.

 

Kamu terpaksa melakukan semua itu, dari kamu yang tak pernah mengabari ku sampai kamu yang membentakku di telpon….beberapa tahun yg lalu. Kamu diancam oleh orang tuamu, selamatkan perusahaan mereka dari kebangkrutan atau aku tak akan selamat dan kamu tak akan bisa bertemu denganku lagi. Yeah, kadang drama di Tv pun bisa jadi kenyataan. Atau orangtuamu yg terlalu khusyuk menonton drama2 itu? Entahlah. “Dan kamu tau apa, Nirvana? Aku berhasil. Aku membuat perusahaan orang tua ku di posisi tertinggi, setidaknya. Maafin aku, ya?” ucapmu sambil tersenyum. Sudah kubilang, aku tak butuh permintaan maaf mu. Karna hanya dengan mendengar motif dan tujuan mu ini sudah membuat hatiku lega. Sangat lega. Maaf pula kalau aku tak bertahan lebih lama dari satu setengah tahun, tak bersabar lebih lama. Lalu….darimana kamu tahu kalau aku disini? Kau hanya tersenyum dan meletakkan tanganku di dadamu. Dihatimu.

 

A VIDEO

He’s a doll he said. He can’t speak he said. *jitak*

Reblogged from Oneday-Everlasting
A VIDEO

Seriously, he’s killing me.

Reblogged from Oneday-Everlasting
A PHOTO

Taecyeon as Ken…….ah, kegantengan.

Reblogged from 2AM + 2PM = ONEDAY
A PHOTO

littlek-popthings:

Idea submitted by m-antou.

Wow-Fantastic-Baby Syndrome.

Reblogged from Little k-pop things
A VIDEO

Taec. Please. Stop. Doing. That. Sincerely, me. Dying here.

(cr:di94hott)

A CHAT
  • Me: I’m living in a very peaceful and loving environments...
  • She: Where is it?
  • Me: JYP Nation.